Lilypie Second Birthday tickers

Thursday, October 3, 2019

Persiapan di Ujung Akhir Zaman

Bukan bermaksud untuk menakuti tapi bersiaplah, karena kita sudah berada di akhir zaman, dan fase ini akan segera berakhir karena tanda2nya sudah muncul. Salah satu tanda berakhirnya fase ini adalah peperangan dan pembunuhan yang sudah terjadi dimana2 termasuk di negeri kita tercinta ini.

Setelah itu kita akan menuju ke fase selanjutnya yaitu terjadinya ledakan meteor yang amat dahsyat yang menyebabkan asap dukhon yang akan menutupi seluruh bagian bumi, lalu kemunculan dajjal dst yang merupakan fase yang amat sangat berat sehingga membutuhkan banyak persiapan baik fisik, mental maupun spiritual.

Persiapan menjelang dukhon dan masa2 setelahnya:
1. Doa dan amal sholeh yg banyak --> sedekah, puasa, sholat2 sunnah
2. Membaca doa menghindari fitnah dajjal sebelum salam pada tahiyat akhir dalam sholat
3. Stok makanan yg tahan lama
4. Hafalkan surat al Kahfi 10 ayat pertama atau terakhir
5. Emaskan uang2 kertas
6. Khususnya lelaki agar belajar berenang, berkuda dan memanah
7. Siapkan barang2 untuk survive

List yang perlu dipersiapkan:
1. Korek api
2. Lilin
3. Kompor minyak
4. Sumbu
5. Minyak tanah
6. Minyak goreng
7. Madu
8. Kurma
9. Senter
10. Biji2an; beras, kacang merah, kacang hijau, kacang tanah
11. Benih tanaman
12. Masker yang tebal
13. Sumur air 😫
14. Batere
15. Tissue kering
16. Tissue basah
17. Hand sanitizer
18. Pembalut + pantyliners
19. Biskuit tentara
20. Santan instant
21. Susu sachet
23. Kacamata renang utk mengurangi paparan asap dukhon
24. Obat2an/peralatan thibbun nabawi, alat bekam dlsb
25. Kuda

Setelah tanda2 dukhon muncul (meteor yg berputar2 di langit selama 3-7 hari berturut2) segeralah berhijrah ke pedesaan

Dukhon akan terjadi pada hari Jumat bulan ramadhan setelah sholat subuh waktu Arab Saudi

Segera setelah dukhon datang cepat pulang ke rumah, tutup pintu dan jendela, kaca2 ditutup dgn kayu, masuk kamar dan kunci lalu tutupi badan dgn selimut dan sujud kearah kiblat lalu baca: subhanal quddus/robbunal quddus

Baca zikir nabi Yunus selama masa dukhon yang akan terjadi selama 40 hari 40 malam:
Laa ilaha ila anta, subhanaka inni kuntumminadzolimiin..

Baca dzikir untuk mengatasi rasa lapar dan haus selama musim paceklik yang akan terjadi selama 3th

Astagfirullah
Subhanallah wal hamdullilah wala ilaha ilallah waallahu akbar

Dajjal akan datang sekitar 3 tahun setelah dukhon

Jangan keluar rumah jika sudah terdengar kabar dajjal akan datang ke kota anda. Ikat istri, ibu dan anak2 perempuan dirumah, jangan biarkan mereka keluar rumah. Karena perempuan2lah yang paling banyak dan mudah terkena fitnah dajjal yang amat dahsyat.

Jika terpergok dajjal bacakan al Kahfi ayat 1-10 untuk menghindari fitnah dajjal

Pilih API jika disuruh memilih antara api dan air oleh dajjal/pengikutnya

Setelah pilih api masukkan kepala terlebih dahulu jangan anggota tubuh yg lain, insya Allah syahid

Jika ya'juj ma'juj datang menyerbu sembunyilah dalam rumah kalau bisa ke tempat yang tinggi seperti bukit2/pegunungan

Sekian

Dirangkum dari Kajian Akhir Zaman UZMA

Tuesday, May 21, 2019

2019

Tahun ini adalah tahun kedukaan buat saya.

Bulan Maret Ibunda tercinta meninggal dunia setelah 3 bulan lebih terbaring sakit.

Bulan Mei, calon presiden dan wapres pilihan dikalahkan dengan kecurangan yang sistematis dan masif. Ratusan petugas pemilu meninggal dunia, ratusan lagi masih tergeletak di rumah sakit. Ulama2 didzolimi. Sungguh rezim yang Keji. Sadis. Dan jahat!

Sedih. Sepi. Miris. Kecewa. Tapi tidak bisa berbuat apa2..

Walau begitu kita harus tetap harus qonaah dengan semua kehendak Allah ini, untuk menyatakan keimanan kita kepadaNya...

Semoga Allah menjauhkan kita dari segala fitnah dunia dan mematikan kita dalam keadaan iman islam, aamiin ya robbal alamiin..


Monday, February 18, 2019

Cerita Lain tentang Arab Saudi

Dari dulu saya taunya Arab Saudi itu negara yang kaya raya karena punya banyak ladang minyak. Gedung2 tinggi, rumah2 gedong dan mobil2 mewah banyak bertebaran disana sini. Di pikiran saya, pasti gak ada orang kismin sama sekali disana. Pokoknya orang2 Arab tajir2 semuah lha. Sampe suka bingung waktu itu, kalo orang2nya pada kaya semua trus sedekahnya kemana yaaa? πŸ€”πŸ€”

Sampai kemarin saya kesana. Asli kaget. Pertama, waktu sampai di hotel. Lhaaa, begini doang hotel bintang 5 di Arab? Kok jauh banget ya sama apa yang ada di pikiran saya. Kirain, karena Arab negara kaya pasti dong hotel bintang 5nya lebih bagus dari yang di Indonesia. Eh, ternyata malah lebih bagus hotel bintang 4 disini..

Kedua, banyak tukang minta2 cyiin, alias pengemis. Memang sih bukan orang Arab asli. Rata2 yang jadi pengemis di jalanan orang Bangla. Tapi kok bisa ya masuk ke negara orang trus jadi pengemis? Trus ada lagi tukang minta2 yang suka modus. Gayanya perlente, ngaku2 imam masjid, bawa smart phone, ngikutin terus, ujug2 minta donasi. Dan itu banyak, apalagi kalo tau yang dipepet orang kita πŸ™„πŸ™„

Ketiga, di Arab banyak mobil tua yang udah bobrok bersliweran di jalanan cyiiin. Asli itu mobil tua keluaran lama yang udah penyok2, karatan, banyak banget di jalan juga di tempat parkir. Sampe mikir, ini kalo di Jakarta mobil2 kek gitu adanya di tempat rongsokan mobil bekas kali yee. Secara orang Indonesia kan gayanya selangit, biar kismin teteup aja berani ambil kreditan mobil terbaru. Riba dikencengin cuuy. Mungkin itu sebab di Arab masih ada mobil penyok, karena gak boleh ada lembaga leasing kali yeeeuh..πŸ˜…πŸ˜…

Yang jelas, biar gak sesuai ekspektasi saya mengenai kehidupan di Arab Saudi, tetap saja kota Madinah dan Mekkah itu ngangenin banget. Syahdunya, harumnya, lalu lalangnya manusia2 bergamis disekitaran masjid. Masya Allah tabarakallah, insya Allah mudah2an kami bisa kesana lagi ya, aamiin ya Allah..πŸ’–πŸ’–



Sunday, February 10, 2019

Ibadah Umroh di Makkah Al Mukaromah

Dari Madinah sebelum lanjut ke Mekkah dengan naik bus selama kurang lebih 6 jam, persiapan ibadah umroh sudah dimulai. Diawali dengan mandi besar dan langsung pakai kain ihram dari hotel, lalu mengambil miqat di masjid Bir Ali. Setelah itu selama perjalanan kita mengucap niat umroh dan membaca talbiyah, shalawat dan doa. Sampai di Mekkah kira2 jam 11 malam langsung mengerjakan ibadah umroh yaitu thawaf mengelilingi Ka'bah dan sa'i dari Safa ke Marwah bolak balik 7x. Alhamdulillah anak sholeh kuat menjalani ritual ibadah umroh tersebut, sempat takut ngambek kecapekan, gak taunya malah semangat banget, apalagi pas lari2 kecil antara bukit Safa dan Marwah. Dan selepas umroh itu bocah masih aja punya energi buat loncat2 padahal selesainya udah lewat dari jam 2 malam. Masya Allah tabarakallah..

Di Mekkah alhamdulillah kita dapat penginapan yang gak jauh juga, yaitu di hotel Safwah Royal Orchid. Turun dan keluar dari hotel sudah berada di halaman Masjidil Haram aja. Hotelnya lebih bagus dari yang di Madinah, sampe2 anak sholeh komen, "hotelnya lumayan ya mah, lebih besar dan lebih enak", hehehe.. ngerti aja nih bocah 😁😁

Saya di Mekkah gak kemana2 selain skedul tour dengan rombongan, bolak balik aja hotel - masjid. Bahkan ada 1 tour ke museum yang kelewat karena skedulnya gak sesuai dengan sikon. Paling ke mol aja dibawah hotel ngantar bapaknya beli gamis. Udah. Gak belanja2 lagi keluar dari kawasan Masjidil Harom. Selain capek, mikir juga sama bagasi. Males tambah koper lagi dan ngeri overload karena dari Madinah aja koper 6 biji dah full semua.

Oh iya yang berkesempatan untuk mengunjungin bukit Uhud bisa sekalian belanja tuh disana. Saya dapat info dari teman rombongan kalo harga oleh2 disana jauh lebih murah dari tempat lain. Memang sempat sih dengar ada pedagang yang menawarkan kurma Ajwa murah. Mikir, kok lebih murah yah? Tapi saya pikir mungkin tehnik dagang aja. Eh ternyata emang bener lebih murah..

Masjidil Haram sendiri nampak lebih crowded dibanding dengan Masjid Nabawi. Mungkin karena jamaah mengerucut ke 1 arah kali ya yaitu Ka'bah. Jadi terkesan lebih ramai. Jadi kalo gak datang lebih cepat suka gak kedapatan sholat di dalam masjid. Saya 2-3 kali karena turun setelah azan akhirnya terdampar di masjid cabang gedung hotel. Bagus juga sih buat yang gak mau ketinggalan jamaah, jadi kita sholat tetap bisa ikut jamaah dengan imam di Masjidil Haram karena mereka pasang speaker di ruangan sholat itu. Gak enaknya, jadi kurang terasa nikmatnya karena sholatnya di dalam ruangan biasa, bukan di masjid.

Asli terharu banget bisa sholat jama'ah langsung didepan Ka'bah yang gak sampai 10 shaft didepan. Benar2 pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Gimana enggak, seluruh umat muslim di dunia sholat menghadap 1 kiblat yang saat itu tepat ada didepan mata saya. Masya Allah tabarakallah..

Saya melakukan ibadah umroh hanya sekali + thawaf wada'.  Mengingat anak kecil kan gak bisa ditinggal sendiri. Diajak lagi udah gak mau juga, berasa capeknya juga kali ya waktu umroh yang pertama. Akhirnya bapaknya aja yang bisa dapat umroh sampai 2x.

InsyaAllah next time kalau ada kesempatan lagi, ada rezeki lagi kami bisa berumroh lagi dengan kondisi anak kecil udah agak besaran jadi ibadah bisa lebih maksimal dan punya kesempatan beribadah sebanyak2nya, sepuas2nya dengan baik dan SEMPURNA. Karena kata pembimbing kami. Melakukan ibadah itu gak boleh asal2an. Harus baik dan SEMPURNA. Maksud kata sempurna adalah, segala2nya harus sesuai dengan aturan yang ditetapkan, gak boleh ada yang kelewat.

Masya Allah, banyak banget ilmu dan pengalaman yang kami dapat selama perjalanan ini. Ingin sekali bisa kesana lagi, karena umroh menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa2 dari umroh yang satu ke umroh yang lain, aamiin ya Qobuul..




Tuesday, January 29, 2019

Cerita di Madinah

Hari Jumat Tgl 21 Desember 2018 perjalanan umroh kami dimulai. Kita berangkat dari rumah selepas sholat Jum'at dan berkumpul di salah satu resto di bandara untuk menunggu waktu check-in sekaligus briefing manasik ke 2.

Pesawat yg akan digunakan adalah Saudi Airlines. Sama aja ya ternyata dengan pesawat2 budget domestik dimari, sempiiit πŸ˜†πŸ˜† Kapan ya bisa naik pesawat duduk di first class no 1-A macam Syahrini *Mimpiiii* 🀣🀣

Makanannya pun so so lha ya. Karena udah kenyang dan selalu punya sisa makanan, maka selama di pesawat pulang pergi saya jarang ambil jatah buat saya ataupun bocah atau kalaupun ambil dimakan untuk berdua, secara saya gak makan nasi. Ya sebisa mungkin gimana caranya biar makanan gak mubazir kebuang2, sayang banget soalnya. Lagipula itu menu keknya muter2 aja disiko, dengan bumbu2 arab bertebaran. Rada bosen juga sih. Curiga itu makanan pesawat hasil recycle. Punya pikiran begini jadi tambah gak selera deh πŸ˜‚πŸ˜‚

Mungkin next time kalo ada rezeki buat umroh lagi kudu coba pakai penerbangan dengan GA atau Turkey Airlines kali yah, siapa tau aja mendingan, aamiin..

Kembali ke cerita, kita sampai di Madinah sekitar tengah malam menjelang subuh. Suhu di Madinah dingiiin banget. Langsung deh tuh jaket, sarung tangan dan syal diberdayakan. Dari bandara setelah checkout kita naik bis menuju hotel.

Di Madinah kita menginap di hotel Rawdah Royal Inn. Walau bintang 5 jangan harap sama dengan hotel bintang 5 di Indonesia lho ya. Kira2 ini selevel dgn hotel bintang 3/4nya Indonesia lha, sempit dan mungkin karena perabotannya yang udah agak jadul jadi tidak mengesankan seperti hotel bintang 5 gitu dehπŸ˜…πŸ˜…

Tapi untuk lokasi alhamdulillah mantabz banget, hanya berjarak 50m tepat selurusan dengan gate 17 masjid Nabawi. Ternyata Gate 17 adalah perbatasan antara tempat sholat pria dan wanita, jadi kalo ke masjid tinggal pisah dekat gate. Saya ke kanan, Eshan dan papanya ke kiri, dari gate gak perlu jalan jauh untuk masuk ke arena sholat masing2. Dan nanti lepas sholat kita ketemuan lagi disana 😁😁 

Di Madinah saya berkesempatan pergi ke Raudhah makam Rasulullah 1 kali. Itupun gak ikut rombongan jamaah karena saya ketinggalan akibat miskom. Akhirnya selepas shubuh diajak oleh seseustadzah 1 rombongan yang emang udah sering ke Raudhah. Beliau menyarankan saya untuk pakai pakaian hitam karena kita mau ikut rombongan orang Arab, biar gak mencolok karena sama2 pakai baju hitam. Alhamdulillah karena kloter pertama dan ikut rombongan Arab yang selalu diprioritaskan untuk masuk duluan, gak sampai 2 jam menunggu akhirnya kami bisa masuk ke makam Rasulullah. Asli emang perjuangan banget itu masuk Raudhah. Nunggunya, desak2annya, antrinya, larian2nya, masya Allah. Makanya pas di Raudhah kita kudu puas2in ibadah. Sholat sunnah dan Dhuha sebanyak2nya. Saya dengar yg ikut rombongan malam sebelumnya, pergi dari lepas sholat isya, kembali lagi ke hotel sekitar jam 11-12malam. Masya Allah!

Soal Raudhah ini, untuk jamaah wanita pintu hanya dibuka pada 2 sesi yaitu ba'da shubuh dan ba'da isya dengan waktu terbatas. Sedang untuk jamaah laki2 bebas selain itu. Makanya papa Eshan bisa dapat Raudhah sampai beberapa kali. Rezeki lelaki2 sholeh kali yaah..😁😁

Untuk tempat belanja, yang terkenal murah di Madinah itu ada diluar gate 8 masjid Nabawi. Mereka berjualan pakai tenda2 macam di bazaar. Ada gamis, sajadah, parfum, coklat, kiswah dll. Untuk coklat arab memang murah sih. Saya beli hanya 15 riyal/kg sedang di tempat lain coklat yang sama harganya bisa sekitar 40- 45riyal/kg. Sedang untuk gamis dll harganya bisa sama dengan yang di mol, asal pinter nawar ajah 😁😁

Selain dekat dengan masjid Nabawi, hotel tempat kami menginap pun dekat dengan tempat perbelanjaan dan supermarket terkenal disana yaitu Bin Dawood. Jadi kalau butuh apa2 yang kurang, tinggal turun ke bawah aja trus nyebrang jalan beberapa langkah aja udah sampe pintu mol deh😁

Fyi, orang2 Arab tuh seneng banget lho sama anak kecil. Jadi jangan kaget kalo ketemu orang Arab anak kita dipanggil2, dielus/dicium tangan atau rambutnya, dikasih makanan, coklat, mainan bahkan dikasih uang. Suatu waktu ke mol Eshan juga pernah diangkat naik ke etalase oleh penjaga toko kirain mau diapain eh gak taunya cuma mau disemprotin parfum. Udah parno aja anak akuh mao diculik πŸ˜…πŸ˜…

Saat belanja, kalau kehabisan uang riyal jangan khawatir, karena pedagang disana mau terima pembayaran dalam bentuk rupiah lho. Saya malah gak pernah nuker riyal sama sekali disana. Belanja kalo gak bayar pakai rupiah dari dompet sendiri ya nodong riyal ama bapaknya, pinter khan? 🀣🀣 . Jadi aman lha ya bekal dollar akuh dari rumah. Bisa buat jalan2 ke tempat lain deh, hahahaa.. AlhamdulillaahπŸ˜†πŸ˜†

Oh iya, pesan saya, jangan sampe ketinggalan sikat gigi ya. Soalnya disana sikat gigi mahal2 banget. Saya beli di supermarket Bin Dawood itu yg paling murah harganya 6 riyal, bulu sikatnya kasar banget. Kalaupun lupa bawa sikat gigi mending pake yang gratisan aja deh dari hotel, lebih lembut. Kalo liat di toilet hotel gak ada sediaan sikat gigi, coba aja usaha minta sama house keepingnya seperti saya, insya Allah ada dan langsung dianterin sama petugasnya 😁😁

Setelah 4 malam menginap Madinah, waktunya kita pindah ke Mekkah. Langsung sedih. Berat hati ini meninggalkan kota Madinah. Ingin rasanya terus menikmati kesyahduan sholat di masjid Nabawi. 5 hari rasanya kurang puas menikmati suasana di masjid Nabawi. Mau rasanya tinggal disana saja biar bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan disana terus menerus. Ah, belum pergi saja sudah terasa rindunya..

Masya Allah tabarakallah, nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan..

Bersambung, insya Allah..